Berita

20/02/2020 15:02 WIB oleh Laila Sharfina
Internship DDS Telkom Siap Kolaborasi dengan ITS Cetak Talenta Terbaik Bangsa

Guna meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia pada era digital, Departemen Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) bersama Indonesia Startup Founder (IDSF) dan DILo (Digital Innovation Lounge) menyelenggarakan acara Explore IT (ExploIT) dengan 3 sub-event yaitu Pelatihan, ExpoTalk dan Pameran (15/02/2020). Salah satu topik pada ExpoTalk yaitu “IT Career Path: Building a Start-up or Get a Job?”, membahas bagaimana strategi yang harus dirancang mahasiswa dalam menghadapi kehidupan pasca lulus dari Perguruan Tinggi. 



Semenjak tren startup mulai mencuat, generasi muda khususnya milenial mempunyai opsi baru dalam memilih jalur karir. Berdasarkan survei yang dilakukan Kalibrr kepada lebih dari 500 job seeker milenial di tahun 2018, terdapat lima alasan milenial tidak betah berlama-lama di perusahaan, salah satunya ialah lingkungan kerja yang penuh birokrasi dan tidak suportif. Karakter milenial yang melek teknologi, berorientasi pada tim serta keinginan yang tinggi untuk berinovasi, memandang startup sebagai perusahaan yang dapat memberikan fleksibilitas. 



Atmosfir kerja yang kasual pun menjadi salah satu pertimbangan bagi generasi milenial memilih tempat bekerja. Andri Qiantori, Chapter Leader of Developers & QA Telkom dan Ari Kurniawan, Tribe Leader Telkom’s Enterprise and Wholesale Digitization pada ExpoTalk dengan sub-tema “Telkom's Agile Development Practice in Digital Era dan Telkom's Digital Coalition in Industry 4.0”, menjelaskan bagaimana saat ini Telkom khususnya Divisi Digital Service (DDS) telah menerapkan The New Ways of Working, yang mana perusahaan menerapkan budaya kerja fleksibel, tidak menerapkan aturan baku bagi karyawan khususnya dalam berpenampilan, dengan tetap menjunjung tinggi core value Telkom, Solid, Speed, Smart. 



Selain itu, transformasi pun diterapkan pada proses menciptakan ide baru dan inovasi untuk memecahkan masalah, yang dimulai dari eksplorasi permasalahan, eksperimen hingga akhirnya menemukan solusi dengan pasar yang spesifik. Dua dari metode yang diterapkan yaitu Agile Development dan Design Thinking, yang mana proses berpikir mengedepankan human center approach, berfokus pada manusianya sendiri dengan megintegrasikan kebutuhan manusia.



Tantangan lain yang harus dihadapi oleh generasi milenial dalam merancang jalur karir ialah membangun portofolio diri yang kini urgensinya telah bergeser menuju jejak digital. Unggahan pelamar di platform digital khususnya media sosial dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam proses rekrutmen. Kepala Departemen Teknologi Informasi ITS , Dr. Techn. Ir. R.V. Hari Gunardi, M.Sc, menghimbau agar mahasiswa dapat menciptakan jejak digital positif, serta membentuk portofolio diri di platform digital untuk membangun karir professional. Membangun portofolio pun dapat dibentuk dengan mengikuti berbagai kegiatan di luar kampus, seperti program internship. 



Mengutip quotes Herdy Harman, ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN pada Launching Program Magang Mahasiswa Bersertfikat (PMMB) 2020, talenta terbaik bangsa tidak dapat terbentuk dengan sendirinya, melainkan perlu kolaborasi antar berbagai pihak, salah satunya yaitu link and match antara Perguruan Tinggi dengan Industri. Melalui Program Internship, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyeimbangkan softskill dan hardskill dalam mengembangkan portofolio diri sebagai bekal menuju dunia kerja. Ke depannya, Telkom DDS dengan Program Internshipnya siap berkolaborasi dengan ITS, menjajaki kerjasama guna mencetak bibit unggul bangsa yang akan menjadi generator transformasi digital, menyongsong visi pemerintah, SDM Unggul Indonesia Maju.