Berita

07/03/2020 16:37 WIB oleh Laila Sharfina
Internship DDS Telkom Tanamkan Mindset untuk Tidak Batasi Diri dalam Mempelajari Bidang Ilmu

Bandung - Dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia mengimplementasikan strategi pembangunan pada berbagai sektor. Di samping pengembangan infrastruktur, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peran penting dalam mewujudkan visi pemerintah, SDM Unggul Indonesia Maju. Pendidikan menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Kolaborasi pun merupakan salah satu jalan yang harus ditempuh guna beradaptasi di era disruptif, dengan kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity), dimana situasi cenderung berubah dengan sangat dinamis, dipengaruhi banyak faktor yang sulit dikontrol. Maka tidak bisa dihindari, Perguruan Tinggi harus dapat menyesuaikan diri, bersinergi dengan industri guna terciptanya link and match antara kompetensi lulusan kampus dengan kebutuhan industri.



“Di tengah era VUCA digital, kita harus berkoalisi dan berkolaborasi, mendekatkan semua entitas bangsa, mewujudkan visi Indonesia, SDM Unggul Indonesia Maju. Apalagi Mas Menteri (Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) sudah menitipkan agar generasi Indonesia siap terap di dunia kerja. Maka melalui Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB), semoga pengalaman selama internship dapat menambah portofolio diri, sebagai bekal saat kalian (Internship Participant) apply pekerjaan, tidak hanya di Telkom, tapi juga di BUMN lain”, ujar Sendylenvi Regia, Internship DDS Telkom Coordinator pada Penyerahan Sertifikat (PMMB) FHCI BUMN-Telkom Divisi Digital Service (DDS) Batch Match Up September 2019 (04/03/20).



Agus Dwi Prasetyo, S.T., M.T., Kepala Work Ready Program Telkom University juga mengungkapkan bahwa kolaborasi ini mendapat dukungan pemerintah melalui Program Kampus Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Program internship ini in line juga dengan programnya Kemendikbud yaitu Kampus Merdeka, jadi benar-benar membuka kesempatan untuk adik-adik (Internship Participant) dapat pengalaman di dunia kerja, tidak hanya di Telkom DDS, melainkan di dunia kerja secara umum. Telkom DDS merupakan BUMN yang paling banyak menyerap mahasiswa kami (Telkom University). Terima kasih banyak, semoga hubungan ini saling menguntungkan”, ungkap Agus.



Melalui produk digital yang dikembangkan, Telkom khususnya DDS berkomitmen untuk mendukung Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nampaknya, komitmen ini juga tertanam sebagai motivasi para Internship Participant yang terlibat langsung dalam berbagai project. Meskipun datang dari background non teknik, Aji Pangestu Harminudin, Internship Participant, jurusan jurnalistik Universitas Islam Nusantara Sunan Gunung Djati, merasa tertantang untuk turut membantu pengembangan produk digital milik Telkom DDS. “Sesuai arahan supervisor, bahwa Telkom ingin membantu ekonomi rakyat melalui produk yang dikembangkan. Meskipun dengan background pendidikan jurnalistik, saya merasa tertantang untuk turut berkontribusi mempersiapkan produk hingga memasarkannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat”, ujar Aji.



Bahkan, Aziz Gunandi Hutomo, Internship Participant yang terjun sebagai Researcher di Tribe Smart City mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan S2, fokus di bidang Data Mining sebagai ilmu baru yang Ia dapatkan selama internship. “Setelah menjalani on job di Smart City, saya baru sadari ternyata ada relevansinya antara Ilmu Komunikasi Massa dengan Teknologi Informatika, yang bertemunya di Data Mining. Dari diskusi dengan supervisor, saya dapat ilmu bagaimana membuat model bisnis, validasi costumer hingga menggali data lewat social media. InsyaAllah, saya sedang membuat proposal S2 dan ini tidak lepas dari banyaknya dukungan rekan-rekan selama internship”.



Guna mempersiapkan mahasiswa siap terap di dunia kerja, Internship DDS Telkom berhasil menanamkan pola pikir bagi Internship Participant untuk tidak membatasi diri, hanya mempelajari bidang ilmu tertentu saja. Didengarkan langsung oleh perwakilan Perguruan Tinggi, Nurul Intawaty Permata yang juga Internship Participant menceritakan pengalaman yang didapatkannya selama on job. “Supervisor saya mengajarkan bahwa meskipun dari jurusan akuntansi, saya harus bisa semuanya. Kebetulan saya on job di Infrastructure Assurance, Unit yang menangani pengujian perangkat telekomunikasi. Saya sempat ditugaskan untuk olah kepuasan pelanggan, kebetulan di kampus cuma dapat teori sedikit, prakteknya langsung disini. Karena bukan basic di teknologi, jadi saya engga tau istilah perangkat kaya rectifier, ODP, ODC. Tapi saya senang karena rekan-rekan disini bersedia untuk membimbing”, kata Nurul.



Hal ini membuktikan bahwa Program Internship DDS Telkom tidak hanya mengasah technical skill, melainkan memberikan motivasi untuk terus berinovasi, hingga membentuk integritas mahasiswa dalam memberikan kontribusi terbaiknya demi kemajuan Bangsa. Selamat bagi para Internship participant Batch Match Up FHCI BUMN September 2019 yang telah graduate dari Program Internship DDS Telkom, semoga ilmu dan pengalaman berharga selama on job dapat menjadi bekal untuk membawa Indonesia menuju gerbang kemajuan.