Berita

05/03/2020 10:49 WIB oleh Laila Sharfina
Tak Hanya Asah Technical Skill, Internship DDS Telkom Ajarkan Pentingnya Attitude dalam Dunia Kerja

Jakarta - Internship DDS Telkom kembali menggelar Pisah Sambut Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) FHCI BUMN Telkom Divisi Digital Service (DDS) – Binus University di Employee Corner, Telkom Landmark Tower Lt. 31, Jakarta (03/03/2020). Kegiatan diselenggarakan khusus dalam rangka menyambut Internship Participant Binus University Batch I 2020, serta penyerahan sertifikat kepada Batch I & II 2019. Acara dimeriahkan Internship Choice Award yang diraih 3 Internship Participant dan 2 Supervisor. Tak ingin melewatkan tren terkini, para peserta melakukan challenge joget Goyang Ubur-Ubur yang videonya akan di unggah pada akun Instagram @internship_ddstelkom.



Testimoni positif disampaikan para Supervisor untuk kontribusi yang telah diberikan Binusian selama on job. Jeffry Irmawan, Internship Supervisor mengungkapkan bahwa disamping kompetensi handal, attitude merupakan poin penting yang mencakup kemampuan menerima arahan, kecerdasan emosional dan motivasi tinggi. "Skill dan attitude itu sama-sama penting, tapi mengapa attitude lebih penting dari skill? Karena attitude merupakan sebuah mindset, yang jika sudah ter-block, maka akan sulit untuk diubah. Saya lihat teman-teman Binus ini attitudenya sudah bagus, jadi tolong pertahankan. Terima kasih karena kehadiran kalian telah banyak membantu kami", ungkap Jeffry.



Demikian juga dipaparkan oleh Kasiono bahwa menjaga keseimbangan Knowledge, Skill dan Attitude (KSA) menjadi sangat penting saat terjun di dunia kerja sebagai aktualisasi diri, "Dunia kerja itu bukan hanya knowledge, tapi juga skill dan attitude. Mungkin yang biasanya di kampus ansos (anti sosial), dia tetap bisa dapat nilai A, namun di dunia kerja, yang ansos itu tidak akan bisa berkembang. Karena ketika kita menjalankan sebuah project, dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik".



Dikutip dari website resmi binus.ac.id, Integrity, Respect dan Team Work merupakan value utama yang menjadi pedoman Binus untuk mencapai visinya, berkontribusi pada komunitas global dengan penyediaan pendidikan berkelas dunia. Melalui PMMB FHCI BUMN-Telkom DDS, Binus berharap agar mahasiswanya dapat menyeimbangkan softskill dan hardskill untuk mampu bersaing secara global. "Setelah lulus dari internship, teman-teman (Internship Participant) tidak lagi dianggap sebagai fresh graduate, tapi fresh graduate plus-plus. Jadi memang kelebihan dari ikut program ini ialah kalian akan terlatih skill dan mental, sehingga tidak kaget saat terjun di dunia kerja. Kami ucapkan terima kasih kepada Program Internship DDS Telkom yang telah menerima mahasiswa kami, sukses terus untuk Telkom" ujar Yeni Mukti, Global Employability & Entrepreneurship Center Manager Binus University.



Berbekal kemauan belajar yang tinggi, mayoritas internship participant yang terjun langsung dalam project, dapat menguasai bidang ilmu yang sebelumnya tidak mereka pahami, "Selalu ada challenge baru yang membuat kita semangat untuk belajar. Di hari pertama on job, aku dapat tugas untuk mengolah data. Bahasa yang digunakan pun sama sekali tidak aku kuasai, tapi aku tidak menyerah. Selama proses, terus dilakukan iterasi, revisi, revisi sampai satu bulan. Alhamdulillah selesai juga dan digunakan sampai sekarang”, kata Cindy, salah satu Internship Participant.



Besarnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak menjadi standar utama yang harus dipenuhi  calon Internship Participant, melainkan kemauan belajar yang tinggi dan kesiapan terjun dalam real project challenge menjadi poin penting untuk bergabung di Program Internship DDS Telkom. Hal ini guna menanamkan mindset mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada besarnya nilai akademik, namun juga memperhatikan keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.



Natalnael, salah satu Internship Participant menceritakan bahwa dirinya sempat tidak percaya diri saat proses rekrutmen, sebab nilai IPK miliknya kalah saing dengan peserta rekrutmen lainnya. "Pengalaman paling berkesan itu saat interview, yang mana rekan sebelah saya IPK nya besar-besar, kisaran 3,7 sampai 3,9. Sempat minder karena IPK saya tidak sebesar itu, bahkan setelah interview, saya sampai telepon orang tua dan bilang bahwa sepertinya tidak akan keterima internship. Tapi akhirnya, ada email dari Internship DDS Telkom yang menginformasikan bahwa saya lulus seleksi. Rasanya seneng banget karena kebetulan pengumumannya berdekatan dengan ulang tahun saya", kata Natalnael, mengundang tepuk tangan dan riuh hadirin.